Tag Archives: linux

Rilis Android 4.4.4_r2 (KitKat-MR2.2)

android-x86_4.4-r2

Telah dirilis Android-x86 4.4-r2,  portal tidak resmi sistem Android Google berbasis prosesor Intel dan AMD x86 mengatakan:  “Android-x86.org dengan senang mengumumkan rilis 4.4-r2. Versi ini adalah versi rilis stabil kedua setelah 4.4-r1. Rilis 4.4-r2 didasarkan atas Android 4.4.4_r2 (KitKat-MR2.2). Telah ditambahkan kode khusus x86 agar sistem bekerja stabil lancar pada platform x86, khususnya pada tablet dan netbook.  Fitur yang dimasukkan: upgrade  kernel stable versi 3.18 dengan banyak driver terpasang dan  support terhadap hardare modern seperti Intel’s Baytrail platform; initial support for UEFI booting,  installer masih belum dapat berjalan dengan tabel partisi GPT, dan lain-lain;  Rilis ini mengandung 2 file – pertama adalah file ISO tradisional yang dapat di-booting pada device dengan BIOS legal, kedua adalah image EFI yang dapat digunakan pada alat yang lebih modern dengan UEFI firmware.

Informasi lain dapat diperoleh melalui link http://www.android-x86.org/, sedangkan link download ada di http://www.android-x86.org/download

 Download (MD5):

1) http://repo.unnes.ac.id/iso/android/iso/android-x86-4.4-r2.iso

2) android-x86-4.4-r2.iso (388MB),

3) android-x86-4.4-r2.img (392MB).

Sumber: http://kasmui.com/v1/?p=785

Comments Off on Rilis Android 4.4.4_r2 (KitKat-MR2.2)

Filed under distro, ISO, Open source, Repositori

Rilis Linux Trisquel 7.0

Trisquel 7.0

trisquel 7

The latest stable release of Trisquel, an Ubuntu-based distribution endorsed by the Free Software Foundation (FSF), arrived in the middle of November — and was met by a lot of interest.

The free (as in freedom) distribution is built on Ubuntu 14.04 LTS but ships without any of the proprietary bits and pieces. It’s a “pure” Linux experience that may require some workarounds, but serves to flag up the areas where more attention is needed in FOSS hardware support and app alternatives.

The Libre Linux 3.13 Kernel, GNOME 3.12 ‘Flashback’ desktop and the Firefox-based Abrowser 33 are among the changes to be found in Trisquel 7.

Download: http://repo.unnes.ac.id/iso/trisquel/

Comments Off on Rilis Linux Trisquel 7.0

Filed under distro, ISO

Linux Mint 17.1 “Rebecca” Telah Tersedia Untuk Didownload

Linux Mint 17.1

Linux Mint 17.1

Linux Mint versi 17.1 “Rebecca” telah rilis dan tersedia untuk didownload. Ada beberapa peningkatan dalam hal artwork seperti penggunaan font Noto yang menarik dan support beberapa bahasa. Disamping itu warna tema Linux Mint menjadi banyak variasi, tersedia warna Aqua, Blue, Brows, Orange, Pink, Purple, Red, Sand and Teal.  Sudah tersedia 2 edisi yaitu Cinnamon dan Mate. Sayangnya, pengguna Mint versi di bawah 17 tidak bisa upgrade ke 17.1, sedangkan pengguna Mint versi 17 dan 17.1 RC2 dapat melakukan upgrade melalui “upgrade Manager” menunggu beberapa hari lagi.

Ulasan sepenuhnya tentang Linux Mint 17.1 ini dapat di baca di www.webupd8.org/2014/11/linux-mint-171-rebecca-available-for.html dan di http://distrowatch.com/?newsid=08720

Download di: http://repo.unnes.ac.id/iso/mint/17.1/

Comments Off on Linux Mint 17.1 “Rebecca” Telah Tersedia Untuk Didownload

Filed under distro, ISO

Cara Meremaster Ubuntu/Xubuntu/Mint Menggunakan Remastersys

Tulisan ini hanya sekedar untuk berbagi pengalaman cara meremaster Ubuntu/Mint menggunakan aplikasi Remastersys.

Aplikasi debian yang perlu dipasang sebagai pelengkap remastering:

1. Remastersys:

2. Untuk membuat, mengedit dan menghapus partisi: gparted (command: gparted-pkexec)

3. Pencari aplikasi terpasang: xfce4-appfinder

4. Menu Editor untuk menambah dan menghapus aplikasi dari main menu: menulibre

5. Change which applications are shown on the main menu: mozo

6. Untuk membuat bootable/startup USB: usb-creator-gtk atau command: mintstick -m iso di Linux Mint

7. Write disk images to devices: gnome-disks (command: gnome-disks –restore-disk-image %U) atau gunakan Ubuntu live installer: ubiquity

 

Hal-hal penting terkait Remastering menggunakan Remastersys

  1. Pastikan Working Directory (tempat untuk menyimpan hasil remastering, biasa (default) ada di “/home/remastersys”) sudah dibuka dulu (mounted) dan punya volume kosong minimal 10 GB, lebih besar lebih baik bro!.

  2. Sebelum memulai proses remastering, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image ISO dan agar proses load image nantinya cepat. Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini di terminal :

$ sudo apt-get clean

$ sudo rm -rf /tmp/*

$ sudo rm -rf /var/cache/apt/archives/*

  1. Semua data di folder “home” dan folder “user” sebaiknya dipindah dulu ke direktory lain supaya tidak ikut di-backup ketika remastering karena mengakibatkan besarnya kapasitas file ISO hasil remastering, hal ini sangat memberatkan sistem.

  2. Jika tidak ingin data di folder home dan folder user ikut di-backup maka pada waktu menjalankan remastersys sebaiknya memilih perintah DISTRIBUTION (pilihan kedua, di bawah backup), bukan BACKUP, pilihan pertama. Hal ini akan memperkecil ukuran file ISO hasil remastering

  3. File ISO hasil remastering yang dilakukan sebelumnya sebaiknya dipindah dulu ke direktori lain supaya tidak terhapus.

 

Cara memasang Remastersys:

1. Tulis di terminal dengan perintah berikut: sudo gedit /etc/apt/sources.list, kemudian isikan script di bawah ini kedalamnya

## Remastersys

deb http://www.remastersys.com/ubuntu quantal main

2. Setelah disimpan, lalu keluar dari gedit dan masuk ke terminal lagi

3. Lakukan update dengan ketik di terminal:

$ sudo apt-get update

4. Buka Synaptic Package Manager Manager –> masukkan password –> ketik di kotak search (Quick filter): remastersys, nanti akan muncul di bagian bawahnya: remastersys, remastersys-gui, centang (Mark for Installation) dan lakukan apply

5. Remastersys sudah terpasang jika tidak ada error.

 

Ringkasan Prosedur Persiapan Remastering Menggunakan Remastersys

  1. Pasang/install dulu semua software/aplikasi yang dibutuhkan sebelum memulai langkah berikutnya

  2. Buka Nautilus/File Manager sebagai administrator, yaitu dengan ketik: sudo nautilus [Enter]

  3. Copy semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds

  4. Bisa juga anda mengubah dan mengatur background dari /usr/share/gnome-background-properties

  5. Copy semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons

  6. Mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel.

Folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root. Terlebih dulu masuk ke folder Home –> folder user (default blankon), ketik di terminal: cd / [Enter], lalu ketik lagi: cd home/blankon/ [Enter].

Untuk perintah copy caranya ketik di terminal:

$ sudo cp -R .config/ .gconf/ .gnome2/ .gconfd/ .wine/ /etc/skel/ [Enter]

Langkah ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Remastersys.

  1. Memberikan identitas baru dengan mengedit file yang mengatur hal tersebut, ada tiga file yang dapat di edit yaitu:

/etc/lsb-release,

/etc/issuenet,

/etc/issue

Caranya ketik di terminal:

$ sudo gedit /etc/lsb-release,

lalu ubah identitas yang ada.

Usahakan tidak mengubah ID-nya, sebab software-center nanti tidak akan ‘running’, kecuali punya repo sendiri atau data software-center diubah (bisa dilakukan).

  1. Lakukan juga untuk mengubah /etc/issuenet dan /etc/issue

  2. Ubah grub yang ada di /boot/grub/ dengan ketik:

$ sudo gedit /boot/grub/grub.cfg

  1. Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub dengan ketik: $ sudo update-grub [Enter]

  2. Pasang plymouth menggunakan Remastersys

  3. Tidak kalah penting adalah mengupdate pemakaian plymouth dengan perintah

$ sudo update-initramfs -u,

jika tidak di-update kemungkinan hasil remastering akan error!

  1. Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat.

Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini :

$ sudo apt-get clean

$ sudo rm -rf /tmp/*

$ sudo rm -rf /var/cache/apt/archives/*

 

Cara Menjalankan Remastersys:

1. Jalankan remastersys sehingga muncul tampila berikut:

1

2. Klik Button “Clear Working Folder” untuk membersihkan hasil remastering sebelumnya

3. Klik button “Customize” sehingga muncul tampilan berikut:

2

4. Klik button “Configure”

3

  • Atur Workdir, tempat untuk menyimpan hasil remastering.

  • Isi Excludes untuk mengeluarkan file, folder atau apapun sehingga tidak masuk dalam remastering.

  • Beri nama Liveuser, huruf kecil semua

  • Isi LiveCDLabel, bebas.

  • Customiso, nama file ISO hasil remastering

  • Kotak lain dibiarkan apa adanya saja.

5. Klik button “UserSetting” untuk memasukkan semua setting yang akan dimasukkan dalam hasil remastering, bisa memilih yang sudah ada lalu klik “Select”

4

6. Klik button “Plymouth Theme” untuk mengatur tema, boleh pilih yang sudah ada lalu klik “Select”

5

7. Klik button “Grub Image” untuk memilih gambar latar belakang menu Grub . Silahkan tentukan sendiri, bebas.

68. Klik button “Splash Image” untuk memilih gambar background menu linux live. Muncul tampilan seperti gambar berikut.

7

9. Menu setting sudah selesai, klik button “Main” untuk kembali ke menu utama remastersys.

10. Ada 2 pilihan untuk membuat file ISO remastersys,

1) Backup, jika dimaksudkan untuk membuat file ISO live yang merupakan backup-an semua sistem termasuk data personal, termasuk password login, dan ukurannya lebih besar.

2) Distribution, membuat file ISO live mirip Ubuntu aslinya, ukuran lebih kecil.

Silahkan pilih sesuai selera! Selama menjadi pengembang distro linux!

 

Salam Open Source (OS)!

https://www.facebook.com/abahanaskasmui

Comments Off on Cara Meremaster Ubuntu/Xubuntu/Mint Menggunakan Remastersys

Filed under Aplikasi, Komunitas, Panduan, Remaster