Tag Archives: remaster

Cara Meremaster Ubuntu/Xubuntu/Mint Menggunakan Remastersys

Tulisan ini hanya sekedar untuk berbagi pengalaman cara meremaster Ubuntu/Mint menggunakan aplikasi Remastersys.

Aplikasi debian yang perlu dipasang sebagai pelengkap remastering:

1. Remastersys:

2. Untuk membuat, mengedit dan menghapus partisi: gparted (command: gparted-pkexec)

3. Pencari aplikasi terpasang: xfce4-appfinder

4. Menu Editor untuk menambah dan menghapus aplikasi dari main menu: menulibre

5. Change which applications are shown on the main menu: mozo

6. Untuk membuat bootable/startup USB: usb-creator-gtk atau command: mintstick -m iso di Linux Mint

7. Write disk images to devices: gnome-disks (command: gnome-disks –restore-disk-image %U) atau gunakan Ubuntu live installer: ubiquity

 

Hal-hal penting terkait Remastering menggunakan Remastersys

  1. Pastikan Working Directory (tempat untuk menyimpan hasil remastering, biasa (default) ada di “/home/remastersys”) sudah dibuka dulu (mounted) dan punya volume kosong minimal 10 GB, lebih besar lebih baik bro!.

  2. Sebelum memulai proses remastering, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image ISO dan agar proses load image nantinya cepat. Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini di terminal :

$ sudo apt-get clean

$ sudo rm -rf /tmp/*

$ sudo rm -rf /var/cache/apt/archives/*

  1. Semua data di folder “home” dan folder “user” sebaiknya dipindah dulu ke direktory lain supaya tidak ikut di-backup ketika remastering karena mengakibatkan besarnya kapasitas file ISO hasil remastering, hal ini sangat memberatkan sistem.

  2. Jika tidak ingin data di folder home dan folder user ikut di-backup maka pada waktu menjalankan remastersys sebaiknya memilih perintah DISTRIBUTION (pilihan kedua, di bawah backup), bukan BACKUP, pilihan pertama. Hal ini akan memperkecil ukuran file ISO hasil remastering

  3. File ISO hasil remastering yang dilakukan sebelumnya sebaiknya dipindah dulu ke direktori lain supaya tidak terhapus.

 

Cara memasang Remastersys:

1. Tulis di terminal dengan perintah berikut: sudo gedit /etc/apt/sources.list, kemudian isikan script di bawah ini kedalamnya

## Remastersys

deb http://www.remastersys.com/ubuntu quantal main

2. Setelah disimpan, lalu keluar dari gedit dan masuk ke terminal lagi

3. Lakukan update dengan ketik di terminal:

$ sudo apt-get update

4. Buka Synaptic Package Manager Manager –> masukkan password –> ketik di kotak search (Quick filter): remastersys, nanti akan muncul di bagian bawahnya: remastersys, remastersys-gui, centang (Mark for Installation) dan lakukan apply

5. Remastersys sudah terpasang jika tidak ada error.

 

Ringkasan Prosedur Persiapan Remastering Menggunakan Remastersys

  1. Pasang/install dulu semua software/aplikasi yang dibutuhkan sebelum memulai langkah berikutnya

  2. Buka Nautilus/File Manager sebagai administrator, yaitu dengan ketik: sudo nautilus [Enter]

  3. Copy semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds

  4. Bisa juga anda mengubah dan mengatur background dari /usr/share/gnome-background-properties

  5. Copy semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons

  6. Mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel.

Folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root. Terlebih dulu masuk ke folder Home –> folder user (default blankon), ketik di terminal: cd / [Enter], lalu ketik lagi: cd home/blankon/ [Enter].

Untuk perintah copy caranya ketik di terminal:

$ sudo cp -R .config/ .gconf/ .gnome2/ .gconfd/ .wine/ /etc/skel/ [Enter]

Langkah ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Remastersys.

  1. Memberikan identitas baru dengan mengedit file yang mengatur hal tersebut, ada tiga file yang dapat di edit yaitu:

/etc/lsb-release,

/etc/issuenet,

/etc/issue

Caranya ketik di terminal:

$ sudo gedit /etc/lsb-release,

lalu ubah identitas yang ada.

Usahakan tidak mengubah ID-nya, sebab software-center nanti tidak akan ‘running’, kecuali punya repo sendiri atau data software-center diubah (bisa dilakukan).

  1. Lakukan juga untuk mengubah /etc/issuenet dan /etc/issue

  2. Ubah grub yang ada di /boot/grub/ dengan ketik:

$ sudo gedit /boot/grub/grub.cfg

  1. Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub dengan ketik: $ sudo update-grub [Enter]

  2. Pasang plymouth menggunakan Remastersys

  3. Tidak kalah penting adalah mengupdate pemakaian plymouth dengan perintah

$ sudo update-initramfs -u,

jika tidak di-update kemungkinan hasil remastering akan error!

  1. Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat.

Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini :

$ sudo apt-get clean

$ sudo rm -rf /tmp/*

$ sudo rm -rf /var/cache/apt/archives/*

 

Cara Menjalankan Remastersys:

1. Jalankan remastersys sehingga muncul tampila berikut:

1

2. Klik Button “Clear Working Folder” untuk membersihkan hasil remastering sebelumnya

3. Klik button “Customize” sehingga muncul tampilan berikut:

2

4. Klik button “Configure”

3

  • Atur Workdir, tempat untuk menyimpan hasil remastering.

  • Isi Excludes untuk mengeluarkan file, folder atau apapun sehingga tidak masuk dalam remastering.

  • Beri nama Liveuser, huruf kecil semua

  • Isi LiveCDLabel, bebas.

  • Customiso, nama file ISO hasil remastering

  • Kotak lain dibiarkan apa adanya saja.

5. Klik button “UserSetting” untuk memasukkan semua setting yang akan dimasukkan dalam hasil remastering, bisa memilih yang sudah ada lalu klik “Select”

4

6. Klik button “Plymouth Theme” untuk mengatur tema, boleh pilih yang sudah ada lalu klik “Select”

5

7. Klik button “Grub Image” untuk memilih gambar latar belakang menu Grub . Silahkan tentukan sendiri, bebas.

68. Klik button “Splash Image” untuk memilih gambar background menu linux live. Muncul tampilan seperti gambar berikut.

7

9. Menu setting sudah selesai, klik button “Main” untuk kembali ke menu utama remastersys.

10. Ada 2 pilihan untuk membuat file ISO remastersys,

1) Backup, jika dimaksudkan untuk membuat file ISO live yang merupakan backup-an semua sistem termasuk data personal, termasuk password login, dan ukurannya lebih besar.

2) Distribution, membuat file ISO live mirip Ubuntu aslinya, ukuran lebih kecil.

Silahkan pilih sesuai selera! Selama menjadi pengembang distro linux!

 

Salam Open Source (OS)!

https://www.facebook.com/abahanaskasmui

Comments Off on Cara Meremaster Ubuntu/Xubuntu/Mint Menggunakan Remastersys

Filed under Aplikasi, Komunitas, Panduan, Remaster

Empu Linux 12.10: Paket Bahasa Pemrograman di Linux

Screenshot Desktop Empu Linux 12.10

Screenshot Desktop Empu Linux 12.10

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

 

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Sekarang ini secara garis besar bahasa pemrograman dapat berjalan pada sistem operasi Windows dan Linux. Ada bahasa pemrograman yang cross-platform (multi OS), bisa berjalan di Windows ataupun di Linux. Banyak sekali bahasa pemrograman yang dikenal manusia. bagaimana memilihnya dan bagaimana mendapatkannya? Tentu saja kita menggunakan suatu bahasa pemrograman sesuai dengan kepentingan kita, kelengkapan fitur atau perintah di dalamnya atau kemudahan dalam penggunaannya. 

Untuk memudahkan kita memilih dan menggunakan bahasa pemrograman di linux alangkah baiknya jika langsung menggunakan dari remaster/varian/distro linux yang fokus pada bahasa pemrograman, sehingga tidak perlu mencari, mendownload, dan memasangnya. Cukup pakai linux yang sesuai lalu atur setting, menggunakan, belajar sintaks bahasa, dan membuat produk aplikasinya.

Salah satu remaster linux yang fokus pada bahasa pemrograman adalah Empu Linux 12.10 yang merupakan hasil remaster Ubuntu 12.10, berisi standar CD Ubuntu 12.10 + berbagai aplikasi bahasa pemrograman. Jika berminat, silahkan download di http://repo.unnes.ac.id/iso/empulinux/.

Di dalam Empu Linux 12.10 ada beberapa bahasa pemrograman mutakhir dan favorit  yang dipakai manusia disertai dengan editornya. Silahkan mengeksplorasi sendiri isi Empu Linux 12.10.

Comments Off on Empu Linux 12.10: Paket Bahasa Pemrograman di Linux

Filed under Berita, distro, ISO, Komunitas, Remaster